Politik Identitas

 Akhir-akhir ini sering terjadi konflik sosial, yang disebabkan bukan karena perbedaan pendapat, tapi karena identitas kita yang sering dibenturkan oleh elite. 

Agama, suku, ras, bahkan tak jarang cara kita berpakaian juga dijadikan sebagai alat pemecah bangsa, ini lah gambaran dari politik identitas yaitu politik yang tidak membahas solusi tapi membangkitkan emosi. Ketika politik identitas dimainkan, maka rakyat lah yang menjadi korbannya karena rakyat lah yang di adu. Politik identitas ini secara tak sadar memaksa kita untuk memilih pemimpin bukan karena gagasan dan programnya, tetapi karena kemiripan calon pemimpin dengan kita, memilih karena dia agamanya sama, memilih karena sukunya sama dengan kita, memilih karena warna kulit, rambut, cara berpakaian dan karena satu tempat asal yang sama. Kesamaan atau kemiripan menjadi alasan kita untuk memilih saat politik identitas mulai dimainkan, tapi kita harus sadar dan berani untuk berbeda, ingatlah bahwa bangsa ini berdiri di atas perbedaan bukan keseragaman atau kemiripan.

Sebenarnya politik identitas itu wajar saja, karena orang memilih berdasarkan kesamaan agama, suku, ras dan lai-lain. Akan tetapi memilih pemimpin atas dasar kemiripan dan mengesampingkan gagasan dan programnya itulah yang menjadi letak kesalahannya, seolah kita dibutakan oleh kesamaan antara kita dan calon pemimpin, sehingga kita tidak lagi melihat gagasan dan program sebagai hal penting untuk menjadi bahan pertimbangan dalam memilih calon pemimpin. 

Politik identitas itu sangat bahaya, ia dapat merusak persaudaraan, merusak demokrasi, memecah belah bangsa dan  melahirkan bangsa yang saling membenci atas dasar perbedaan. Ketika politik identitas dimainkan kita akan terus sibuk berdebat siapa calon pemimpin yang asli, siapa yang nasionalis, siapa yang suci dan siapa yang mirip dengan kita, tanpa menanyakan apa programnya atau apa solusinya untuk negara ini. 

Pemilu yang seharusnya menjadi ruang adu gagasan justru menjadi ruang adu identitas, ini tentu sangat berbahaya untuk masa depan negeri ini, oleh karena itu marilah kita lawan politik identitas dengan kesadaran bukan dengan kebencian. Bangsa ini besar dan harus terus melangkah lebih maju, sayang sekali bila bangsa ini hanya untuk dibagi-bagi dan bangsa ini terlalu berharga hanya untuk dipertaruhkan demi syahwat kekuasaan. 

Komentar

Postingan Populer